Tampilkan postingan dengan label catatan diri sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan diri sendiri. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2020

Catatan Tentang Kurikulum


1.      Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
2.      Penerapan kurikulum itu bersifat dinamis, agar dapat mengikuti perkembangan dan tantangan zaman, dan dilakukan secara terarah, tidak asal asalan. Sesuai dengan kondisi negara, kebutuhan masyarakat, dan berbagai perkembangan. Secara lokal di sekolah, harus disesuaikan dengan kondisi di sekolah.
3.      Kurikulum mencakup 5 hal,
a.       tujuan;
b.      materi;
c.       strategi, pembelajaran;
d.      organisasi kurikulum
e.       evaluasi
4.      Kurikulum agar berkembang di sekolah yaitu seluruh stake holder harus selalu meningkatkan diri, dan mengikuti perkembangan.
5.      Kurikulum merupakan jantung sekolah karena dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum selalu melibatkan seluruh komponen pendidikan yang lain (Standar Nasional Pendidikan). Sehingga kurikulum yang baik, akan ikut membuat komponen yang lain juga baik, misal standar isi, proses, standar kompetensi lulusan, pengelolaan, pembiayaan, sarpras, penilaian, ptk (komponen akreditasi).
6.      Harus ada tim yang baik untuk melakukan penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi. Karena luasnya lingkup kurikulum maka tidak mungkin dapat diselesaikan sendirian.


Kamis, 07 Desember 2017

Catatan dari Ujian Akhir Semester

Dimanapun yang namanya hidup selalu ada ujian yang harus dihadapi. Bisa ujian itu terasa mudah tapi bisa juga terasa sulit/berat, tergantung bagaimana menyikapi ujian tersebut. Sama seperti anak sekolah, mereka mesti juga akan bertemu dengan berbagai ujian sesuai dengan kompetensi yang mereka geluti. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menghadapi ujian, ada yang serius, asal asalan, atau bahkan tidak persiapan sama sekali. Ada banyak alasan yang disampaikan kenapa mereka bersikap begitu. Apapun hasilnya, ada beberapa catatan terkait masalah tersebut (kasus Rabu 6 Desember 2017):

  1. Anak-anak hanya mau membaca buku atau yang sejenis ketika ada kompensasi yang akan mereka terima. Contoh: mau membaca jika ada ujian, jika diberi nilai, dll. Ketika tidak ada kompensasi cenderung tidak mau membaca.
  2. Belajar menghadapi ujian dilakukan jika waktunya sudah sangat dekat. Contoh: jika ujian kamis pagi, maka belajar baru rabu sore atau malam kamis. Hal ini berakibat banyak materi yang tidak bisa dikuasai dengan baik, karena waktu dan tenaga yang tidak maksimal.
  3. Bagi yang bercita-cita akan menerapkan elearning, maka perlu dicari solusi yang tepat, model apa yang harus diterapkan dengan kondisi anak yang seperti itu.


Kamis, 27 April 2017

Sedekat apapun kita, tetap ada jarak

Itu kalimat pernyataan atau pertanyaan, tidak penting. Tetapi esensinya yang lebih penting. Hampir semua manusia mesti punya dekat, secara non fisik. Baik itu yang termasuk mahrom atau bukan mahrom. Semua teman dekat itu dengan kita harusnya tetap ada jarak dalam interaksi apapun. Dengan mahrom pun tetap ada jarak, tidak boleh dinikah, itu jaraknya. Dengan yang bukan mahrom, tentu lebih banyak jaraknya, bukan kemana-mana berdua, ke kantin, ke kamar mandi, setiap keluar ruangan selalu berdua, bahkan makan bareng pun  harus duduk berhimpitan. Seharusnya tidak begitu kan?

Rabu, 08 Maret 2017

7 Maret 2017 menjelang dhuhur

Ternyata salah, mungkin itu yang pas untuk coretan ini. Pernah ku sangka ada trauma atas sebuah kejadian, ternyata tidak , karena peristiwa itu terulang kembali. "Pelanggaran" sebuah aturan atas nama persahabatan. Hanya saja ekspresi rasa "bangganya", tidak diekspos di ruang publik (termasuk medsos).  Semoga perkiraanku salah, tapi jika benar, akan muncul pertanyaan apa arti sahabat? Bukankah sahabat itu akan mengingatkan ketika kita salah, bukan meng iyakan semua apa yang menjadi perkataan dan perbuatan kita. Aku sempat berpikir, jangan-jangan ini ekspresi rasa terasing, atau pembelaan atas kegagalan/keengganan membuka diri dengan orang lain. Entah....
#eling_lan_waspada

#terasing_3