Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Jenis-Jenis Puasa Syirik

LAZIMNYA, puasa-puasa yang biasa kita lakukan adalah puasa enam hari di bulan Syawal, puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, puasa hari Arofah, puasa Muharrom, puasa Assyuro, puasa Sya’ban, puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab, puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dawud, dan puasa Ramadhan.
Itu memang mempunyai landasan jelas dalam Al-Qura’an dan Sunnah Nabi. Ternyata di luar itu, praktiknya ada sebagian manusia yang “kreatif” dan melahirkan jenis-jenis puasa, bahkan tidak sedikit yang mengamalkannya karena dipercaya akan melahirkan kesaktian.

Kamis, 21 Agustus 2014

Hikmah dan Rahasia Mengapa Buang Angin Membatalkan Wudhu

Mengapa buang angin membatalkan wudhu? Jawaban paling umum adalah, karena ini masalah ibadah. Ibadah adalah perkara tauqifiyah yang harus berlandaskan syariat. Seperti apa ketetapan Allah dan Rasul-Nya, umat Islam wajib mengikutinya.

Tak berhenti pada jawaban itu, Direktur Asosiasi Riset Ilmiah Universitas Al Azhar Syaikh Ali Ahmad Al Jurjawi terus memikirkan masalah ini, hingga kemudian ia mengungkap hikmah dan rahasia mengapa buang angin membatalkan wudhu.

Tata Cara Mandi Wajib (Junub)

Ketika seorang muslim berhadats besar (junub), maka ia wajib mandi agar kembali suci. Berikut ini tata cara mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah dalam hadits-hadits shahih:

1. Niat

Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar. Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa, sebagaimana ia membedakan ibadah dengan adat/kebiasaan.



إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Yakni menyiram/membasuh tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya, menyiram/membasuh tangan kanan dengan tangan kiri. Diulangi tiga kali


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا
“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali...” (HR. Muslim)

Selasa, 05 Februari 2013

Tanda-tanda Akhir Zaman (Hujan Salju Di Pasang Pasir)

ebagaimana diberitakan oleh TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI bahwa :
Pada Hari Minggu, tanggal 13 January 2002, di Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka!!! yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di darah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapi titik beku (0 derajat celcius). Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas.
Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?....

Selasa, 22 Januari 2013

NATSIR DAN GAGASAN TENTANG NEGARA


Pada tahun 1957 Mohammad Natsir menyampaikan pidato tentang Islam sebagai dasar negara di Majelis Konstituante. Pidato Natsir tersebut bertentangan dengan gagasannya sebelumnya tentang Pancasila. Di Iran, Natsir menegaskan bahwa Islam dan Pancasila akan harmonis bersama. Pancasila akan subur di atas pangkuan Al Quran. Tapi kemudian kali ini dengan tegas Natsir menjelaskan bahwa Pancasila tidak sepenuhnya layak menjadi dasar bagi Negara Indonesia ini. Justru Islam, yang menurutnya pantas untuk menjadi dasar Negara. Karena peristiwa ini, nama Natsir lekat distigmakan dengan cita-cita negara Islam, dan tokoh yang anti-pancasila.

Kamis, 29 November 2012

Salam dan Kebangkitan Hindu di Jawa


Oleh: Dr. Adian Husaini
PADA hari Kamis (8/11/2012) pagi, saya berkesempatan menonton tayangan langsung acara pembukaan “Bali Democracy Forum V”di Bali. Acara itu dibuka oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri sejumlah kepala negara dan pemerintahan.  Saat menyampaikan sambutan, Presiden SBY mengucapkan basmalah, salam secara Islam, dan juga ungkapan “Om Swastyastu” – sebuah salam khas agama Hindu. Pejabat sebelumnya pun melakukan hal yang sama.
Tindakan pejabat tinggi Indonesia dalam mengucapkan salam dalam berbagai versi agama itu sudah seringkali terdengar. Bagi kaum Hindu, “Om Swastyastu” memang ucapan ibadah dalam agama Hindu. Seorang Hindu menjelaskan tentang makna Om Swastyastu sebagai berikut: